Detail Cantuman Kembali

XML

inventarisasi shaft dan propeller pada kapal tradisional di gresik - jawa timur


Sebagian wilayah di Gresik merupakan daerah pesisir pantai. Kondisi kapal tradisional di gresik dalam pembuatan dan penerapan sistem propulsi, lebih spesifiknya poros (shaft) dan baling-baling (propeller) masih menggunakan referensi terhadap kapal-kapal sebelumnya. Disini belum diketahui apakah kapal-kapal yang menjadi acuan tersebut sudah memenuhi standar dan kriteria yang dikeluarkan oleh Biro Klasifikasi Indonesia. Penerapan standar Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) penting untuk keamanan kapal dan keselamatan awak kapal serta penumpang pada saat beroperasi. Penlitian ini dilakukan pengambilan data kapal pada 3 (tiga) kecamatan yaitu Kecamatan Panceng, Kecamatan Ujung Pangkah dan Kecamatan Gresik. Hasil dari penelitian ini untuk minimum diameter shaft (Ds) pada Kecamatan Panceng 20% dari 10 kapal belum sesuai standar BKI, sedangkan untuk kecamatan lainnya 100% dari 10 kapal memenuhi standar BKI. Untuk standar BKI mengenai jarak maksimum bantalan pada Kecamatan Panceng terdapat 30% dari 10 kapal yang tidak sesuai standar BKI, Kecamatan Ujung Pangkah 100% dari 10 kapal sesuai standar BKI, dan pada Kecamatan Gresik juga 100% dari 10 kapal sesuai standar BKI. Untuk standar BKI mengenai ketebalan minimum pada 0,25 jari-jari propeller (t0,25R) hampir pada semua kecamatan 100% sesuai peraturan BKI.
Achmad Hafid Budiarto - Personal Name
Arif Winarno, S.T., M.T. - Personal Name
622.19.15 Ach i
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2019
Surabaya
xvi, 82 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...